Pendampingan Bahaya Kanker Servik dan Pencegahannya Secara Islami
-
Published: July 25, 2021
-
Page: 5-8
Abstract
Kanker serviks merupakan penyebab pertama kematian pada wanita, Untuk mengatasi masalah tersebut, di negara- negara maju, diagnosa secara dini terbukti mampu menurunkan insiden kanker serviks invasif dan memperbaiki prognosis. Deteksi dini dapat mengurangi kadar mortalitas dan morbiditas kanker serviks. Banyak wanita yang selayaknya menjalani skrining sering enggan untuk diperiksa oleh karena ketidaktahuan, rasa malu, rasa takut, dan faktor biaya. Adapun metode pengabdian yang digunakan adalah penyuluhan. Dengan materi Kesehatan Persektif Islam, materi Penyakit pada sistem reproduksi, kanker servik dan pencegahannya, Informasi dasar mengenai HIV/Aids, serta system reproduksi. Hasil pengabdian dengan menggunakan materi tersebut pada kegiatan Peyuluhan kanker Serviks dan pencegahannya secara islami bagi ibu ibu di dusun Pematang Kayu Arang Desa Pangkalan Baru Kecamatan Siak Hulu Kampar, maka hasil dari penyuluhan yang dilakukan tersebut dapat dikatakan baik dan mendapatkan respon yang sangat baik. Hal ini diperlihatkan dengan indikator Ibu-ibu jamaah mendengarkan meteri secara seksama dan penuh perhatian, dan meminta jalur fasilitas tes untuk terhindar dari kanker servik yang semula ditakuti pelaksanaan skriningnya.
How to Cite
Zatrahadi, M. F., Darmawati, D., Miftahuddin, M., & Suhaimi, S. (2021). Pendampingan Bahaya Kanker Servik dan Pencegahannya Secara Islami. Lentera Negeri, 2(1), 5–8. https://doi.org/10.29210/99260
References
- Dewi, M. (2017). Sebaran Kanker di Indonesia, Riset Kesehatan Dasar 2007. Indonesian Journal of Cancer, 11(1), 1–8.
- Fajriah, F., Safarianti, S., & Putra, R. K. (2018). Pengaruh Penyuluhan Kanker Serviks Terhadap Minat Wanita Multiparitas Untuk Melakukan Pemeriksaan Pap Smears di Desa Sukaramai Kota Banda Aceh. Jurnal Kedokteran Nanggroe Medika, 1(2), 27–32.
- Fuadah, F., Rejeki, S., Triana, H., & Purnasari, H. (2020). Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Pemeriksaan IVA Test Pada Wanita Usia Subur Di Desa Babakan Kecamatan Ciparay Kab Bandung. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Unjani Expo (Unex), 1(1), 47–49.
- Lestari, M., & Nurfajriah, S. (2020). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pengetahuan Wus tentang Manfaat Papsmear di Puskesmas Kecamatan Taman Sari. IMJ (Indonesian Midwifery Journal), 3(2).
- Linadi, K. E. (2013). Dukungan suami mendorong keikutsertaan pap smear pasangan usia subur (PUS) di perumahan pucang gading semarang. Indonesian Journal of Reproductive Health, 4(2), 106617.
- Nindrea, R. D. (2017). Prevalensi dan faktor yang mempengaruhi lesi pra kanker serviks pada wanita. Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan, 2(1), 53–61.
- Nurwijaya, H. (2013). Cegah dan Deteksi Kanker Serviks. Elex Media Komputindo.
- Rio, S., & Suci, E. S. T. (2017). Persepsi tentang Kanker Serviks dan Upaya Prevensinya pada Perempuan yang Memiliki Keluarga dengan Riwayat Kanker. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 4(3), 159–169.
- Salim, E. S., Bindan, H., Pranoto, E., & Dharma, A. (2020). Analisa Metode Random Forest Tree dan K-Nearest Neighbor dalam Mendeteksi Kanker Serviks. Jurnal Ilmu Komputer Dan Sistem Informasi (JIKOMSI), 3(2), 97–101.
- Septadina, I. S. (2015). Upaya pencegahan kanker serviks melalui peningkatan pengetahuan kesehatan reproduksi wanita dan pemeriksaan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) di wilayah kerja Puskesmas Kenten Palembang. Jurnal Pengabdian Sriwijaya, 3(1), 222–228.
- Sondang, M., & Hadi, E. N. (2019). Dukungan Suami Terhadap Perilaku WUS (30-50 Tahun) dalam Melakukan Pemeriksaan IVA di Wilayah Kerja Puskesmas Bondongan Tahun 2018. Gaster, 17(2), 200–216.
- Suwiyoga, K. (2007). Kanker Serviks: Penyakit Keganasan Fatal Yang dapat Dicegah. Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology.
- Titisari, I., Yanuarini, T. A., & Antono, S. D. (2017). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Pasangan Usia Subur (PUS) Melakukan Skrining Kanker Serviks Metode Iva Di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Wilayah Utara Kota Kediri. Jurnal Ilmu Kesehatan, 5(2), 72–83.