Profil working memory anak sekolah dasar: kesenjangan encoding-retrieval pada stimulus video animasi naratif

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis profil short-term memory (STM) siswa kelas IV sekolah dasar berdasarkan enam indikator STM setelah menyaksikan video animasi dongeng berdurasi 73 detik. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 43 siswa dari dua sekolah dasar swasta yang dipilih menggunakan teknik total sampling (sensus) karena populasi terjangkau memang terbatas pada jumlah tersebut. Data dikumpulkan menggunakan Instrumen Esai Enam Indikator STM (IEEI-STM) yang telah divalidasi melalui expert judgment dan diuji reliabilitasnya menggunakan koefisien Cronbach's alpha (α=0,691). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif (mean, standar deviasi, dan distribusi frekuensi) dengan bantuan JASP versi 0.18. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor STM siswa sebesar 13,40 dari skor maksimal 18, dengan 95,3% siswa berada pada kategori Baik hingga Sangat Baik. Indikator encoding memperoleh capaian tertinggi (M=2,93; SD=0,26; 97,7%), sedangkan retrieval memperoleh capaian terendah (M=1,86; SD=0,80; 62,0%), dan perbedaan tersebut terbukti signifikan secara statistik berdasarkan Wilcoxon Signed-Rank Test (z=-5,21; p<0,001; r=0,79). Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan siswa dalam menerima informasi belum tentu diikuti oleh kemampuan memanggilnya kembali secara akurat, sehingga pembelajaran berbasis video perlu disertai strategi penguatan seperti retrieval practice.

How to Cite
Jelita, S., Sri Wulan, N., & Nurmahanani, I. (2026). Profil working memory anak sekolah dasar: kesenjangan encoding-retrieval pada stimulus video animasi naratif. Lentera Negeri, 7(1), 1624–1637. https://doi.org/10.29210/993370