Perkembangan riset conversational AI pada layanan konseling berdasarkan publikasi terindeks

Abstract

Kemunculan kecerdasan buatan percakapan (conversational artificial intelligence) telah membuka jalur baru bagi layanan konseling, mulai dari dukungan kesehatan mental hingga bimbingan karier, namun peta literaturnya belum banyak dipetakan secara sistematis. Penelitian ini menganalisis 479 artikel jurnal terindeks Scopus yang terbit pada rentang 2021–2025 untuk memahami perkembangan, sebaran, dan struktur tematik riset pada persinggungan kecerdasan buatan percakapan dan layanan konseling. Data ditelusuri menggunakan strategi Boolean pada basis data Scopus, disaring melalui tahapan jenis dokumen, bahasa, jenis sumber, dan tahap publikasi, kemudian dianalisis dengan Biblioshiny (paket Bibliometrix R) dan VOSviewer. Hasil menunjukkan pertumbuhan publikasi yang konsisten dari 36 artikel pada 2021 menjadi 198 artikel pada 2025, didominasi oleh Amerika Serikat, Tiongkok, dan Inggris Raya, dengan JMIR Formative Research dan Journal of Medical Internet Research sebagai jurnal paling produktif. Analisis kata kunci memperlihatkan bahwa tema depresi, kecemasan, dan cognitive behavioral therapy menempati kuadran niche yang berkembang, sementara chatbot dan mental health masih berada pada kuadran basic themes yang menopang keseluruhan bidang. Hukum Bradford mengonfirmasi konsentrasi literatur pada sejumlah kecil jurnal inti, sedangkan Hukum Lotka menunjukkan pola produktivitas penulis yang lebih timpang dibanding pola klasik. Temuan ini memberikan peta rujukan bagi peneliti, praktisi konseling, dan pengembang teknologi dalam merumuskan agenda riset lanjutan mengenai efektivitas klinis, etika, dan penerimaan pengguna terhadap agen percakapan berbasis kecerdasan buatan dalam konteks layanan konseling.

How to Cite
Lofandri, W., & Ramdhatul Jannah, M. (2025). Perkembangan riset conversational AI pada layanan konseling berdasarkan publikasi terindeks. Lentera Negeri, 6(1), 104–124. https://doi.org/10.29210/993780