Pengalaman bermain sebagai prediktor utama akurasi smash pada atlet sepak takraw muda: kajian awal

Abstract

Smash merupakan teknik serangan utama dalam sepak takraw yang menuntut presisi, kekuatan, dan koordinasi neuromuskular tinggi. Meskipun profil performa atlet menjadi landasan penting dalam pengembangan program latihan dan identifikasi bakat, kajian komprehensif mengenai hubungan antara karakteristik antropometri, pengalaman bermain, dan akurasi smash pada atlet sepak takraw laki-laki masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil akurasi smash dan menganalisis korelasinya dengan variabel antropometri (usia, tinggi badan, berat badan, indeks massa tubuh/IMT) serta pengalaman bermain. Desain deskriptif korelasional digunakan dengan melibatkan 12 atlet sepak takraw laki-laki. Setiap atlet melakukan 10 percobaan smash dengan skor 0 hingga 3 per percobaan. Analisis statistik meliputi statistik deskriptif, uji korelasi Spearman (rs), dan regresi sederhana eksploratif. Rerata skor akurasi smash adalah 15,92 ± 1,51 (rentang: 14–19). Pengalaman bermain menunjukkan hubungan positif signifikan dengan akurasi smash (rs = 0,76, p = 0,004), sedangkan tinggi badan menunjukkan hubungan moderat (rs = 0,42, p = 0,171). Usia, berat badan, dan IMT tidak menunjukkan korelasi yang bermakna secara statistik. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengalaman bermain merupakan prediktor utama akurasi smash, dengan implikasi penting bagi pengembangan atlet dan identifikasi bakat jangka panjang. Replikasi dengan sampel yang lebih besar sangat diperlukan.

How to Cite
Haryanto, J., Padli, P., Ifdil, I., Rudyanto, R., & Edmizal, E. (2026). Pengalaman bermain sebagai prediktor utama akurasi smash pada atlet sepak takraw muda: kajian awal. Lentera Negeri, 7(1), 452–462. https://doi.org/10.29210/992300