Perkembangan riset virtual counselor berbasis AI berdasarkan publikasi terindeks

Abstract

Penggunaan virtual counselor berbasis artificial intelligence (AI) untuk dukungan kesehatan mental berkembang pesat sejak 2021, didorong oleh kematangan large language model dan kebutuhan layanan psikologis yang terjangkau. Penelitian ini memetakan struktur intelektual dan evolusi tematik bidang tersebut melalui analisis bibliometrik terhadap 270 artikel jurnal (2021-2025) yang diekspor dari Scopus menggunakan Bibliometrix/Biblioshiny dan VOSviewer. Hasil audit menunjukkan produksi ilmiah meningkat dari 27 artikel pada 2021 menjadi 117 artikel pada 2025, dengan lonjakan tajam setelah 2023 yang searah dengan kemunculan large language model generatif. Analisis Bradford's Law mengidentifikasi sembilan jurnal inti (core), dipimpin oleh JMIR Formative Research dan Journal of Medical Internet Research, sementara Lotka's Law (Beta=3,43; R2=0,953) menegaskan pola produktivitas penulis yang sangat terkonsentrasi pada sebagian kecil peneliti produktif. Analisis co-occurrence kata kunci mengungkap tiga klaster tematik utama: klaster teknologi AI dan conversational agent, klaster gangguan mental klinis (depresi, kecemasan), dan klaster karakteristik populasi penelitian. Amerika Serikat mendominasi produksi ilmiah (94 dokumen) dan menjadi simpul kolaborasi internasional utama, sedangkan representasi negara Asia Tenggara di luar Singapura sangat terbatas. Pemetaan tematik menunjukkan tema motor berupa depresi dan cognitive behavioral therapy, sementara tema artificial intelligence dan conversational agents berada pada kuadran yang masih berkembang. Penelitian ini mengidentifikasi kesenjangan riset pada konteks non-Barat, evaluasi jangka panjang, dan integrasi large language model generatif ke dalam kerangka etika konseling profesional, yang menjadi dasar agenda penelitian ke depan.

How to Cite
Lofandri, W., & Ramdhatul Jannah, M. (2025). Perkembangan riset virtual counselor berbasis AI berdasarkan publikasi terindeks. Lentera Negeri, 6(2), 211–227. https://doi.org/10.29210/993790