Perkembangan riset digital animation pada era metaverse serta peluang riset masa depan

Abstract

Perkembangan teknologi metaverse dalam satu dekade terakhir telah mendorong tumbuhnya kembali minat riset terhadap animasi digital sebagai komponen inti pembangunan dunia virtual. Penelitian ini menyajikan pemetaan bibliometrik terhadap literatur ilmiah yang mengaitkan animasi digital dengan metaverse dan dunia virtual, menggunakan data yang diambil dari basis data Scopus pada 20 Juli 2026. Setelah melalui proses penyaringan bertahap berdasarkan rentang tahun, jenis sumber, jenis dokumen, tahap publikasi, dan bahasa, diperoleh 109 artikel jurnal berbahasa Inggris terbitan 2016 hingga 2025 sebagai korpus akhir. Analisis dilakukan dengan bantuan perangkat lunak Biblioshiny (Bibliometrix versi R) untuk mengukur produktivitas tahunan, dampak sitasi, distribusi sumber (Hukum Bradford), konsentrasi produktivitas penulis (Hukum Lotka), sebaran negara, ko-kata kunci, dan pemetaan tematik. Hasil menunjukkan bahwa produksi ilmiah tumbuh dengan laju tahunan sebesar 29,15%, dengan lonjakan tertinggi pada tahun 2023 (25 artikel) dan didominasi oleh jurnal Computer Animation and Virtual Worlds yang menyumbang 31 dari 109 dokumen. Tiga tema menempati posisi motor (motor themes) dalam peta tematik, yaitu klaster virtual reality-animation-virtual worlds, klaster augmented reality-3D modeling, serta klaster kecerdasan buatan, sementara klaster metaverse justru berada pada posisi tema dasar (basic themes) yang menandakan bahwa istilah tersebut masih menjadi kata kunci umum yang belum berkembang menjadi sub-bidang yang matang secara konseptual. Temuan ini mengungkap adanya kesenjangan riset pada integrasi animasi digital berbasis kecerdasan buatan generatif dengan arsitektur metaverse yang persisten dan multi-pengguna, sebuah celah yang menjadi dasar penyusunan agenda penelitian masa depan pada artikel ini.

How to Cite
Rama, A., & Ramdhatul Jannah, M. (2025). Perkembangan riset digital animation pada era metaverse serta peluang riset masa depan. Lentera Negeri, 6(1), 125–138. https://doi.org/10.29210/993910